Gejala Sosial
GEJALA SOSIAL DI
INDONESIA
Gejala sosial merupakan segala sesuatu yang di buat maupun di
lakukan oleh manusia di dalam lingkungan kehidupannya. Terdapat bermacam-macam
gejala sosial yang bisa di lihat dari kehidupan sehari-hari atau bahkan di
lingkungan.
Gejala-gejala sosial yang terjadi tersebut kemudian nantinya
akan menimbulkan suatu permasalahan baru dalam lingkungan masyarakat. Hal
tersebut dapat terus menerus terjadi hingga di temukan sebuah upaya
penyelesaian untuk masalah tersebut.
Berikut
contoh gejala sosial yang terjadi di indonesia:
BOCAH BELASAN TAHUN MEMBEGAL
JAKARTA, KOMPAS – Tim unit IV Subdirektorat Resmob
Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya menangkap komplotan begal
yang sebagian anggotanya masih ber usia 12-13 tahun. Sebanyak lima bocah
membegal sebagai bagian dari inisiasi sebelum masuk menjadi anggota geng motor
bernama TPT.
Geng motor ini dikepalai oleh seorang pemuda yang
mensyaratkan pembegalan motor terhadap calonanggota gengnya.” Lima orang
diantaranya masih dibawah umur, rata-rata masih berusia 13 tahun. Ini kelompok
geng motor yang diketuai oleh tersangka AOB alias bendot (21),” kata Kepala
Subdit Resmob Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Eko Hadi Santoso.
Lima bocah yang ditangkap itu adalah A alias N (13),
ZIA (13), MA (13), dan NRM (12). Menurut Eko. Tersangka bendot ditakuti oleh
anggotanya. Ia berperan sebagai orang yang memerintah kelima anak itu untuk
membegal.
Bandot yang memiliki tato “ Angry Bird “ ini mensyaratkan
lima remaja yang bergabung dengan gengnya untuk merampas sepeda motor.
“Anak-anak itu merampas sepeda motor untuk diserahkan kepada bendot dan dijual
melaui tersangka DH kepada tersangka kebo seharga Rp 1,5 juta,”ucup Eko.
Selain Bendot, pelaku yang sudah berusaha dewasa
adalah DH (27) selaku penadah dan kebo yang masih buron. Eko menjelaskan,
sebagian anggota geng yang dipimpin bendot masih duduk dibangku sekolah
menengah pertama.
Modus pembegalan yang dilakukan oleh kelompok ini
adalah dengan memepet korban yang juga masih beusia dibawah umur. Korban
diancam dengan senjata tajam dan kemudian
motornya dirampas oleh komplotan tersebut.senjata yang dipakai oleh
bocah-bocah itu berupa gir dan pisau.
Terkait lima tersangka yang dibawah umur, Kanit IV
Subdit Resmob Komisaris Teuku Arsya Khadafi menyebutkan, proses hukum tetap
berlanjut meski para tersangka tidak ditahan. Polisi berkoordinasi dengan para
orangtua dan tengan dikaji mengenai penyelesaian kasus ini.
Para tersangka telah berkali-kali melakukan
kejahatannya disejumlah lokasi di jakarta utara. Penangkapan kelompok ini
berawal dari laporan terjadinya pencurian dengan kekerasasn yang terjadi pada 2
januari lalu. Pelaku kejahatan itu ternyata AOB dan anak buahnya.
Polisi kemudian melakukan pengejaran dan menangkap
para anggota komplotan itu di sejumlah wilayah. Tersangka Bendot dan A alias N
diamankan pada 9 januari dikoja, jakarta utara. Polisi mendapat sejumlah nama
lain terkait kejahatan itu.
Pada 10 januari, polisi menangkap DH di Cilincing,
Jakarta Utara. Kemudian, pada 11 Januari, diamankan tersangka HP alias W, ZIA,
MA, dan NRM di koja. Dari komplotan itu, polisi menyita barang bukti 2 motor, 2
pasasng plat motor, dan 4 telpon genggam.
Berdasarkan artikel tersebut, saya
mencoba menganalisis dari artikel diatas termasuk gejala sosial yang berada
dalam bidang kemiskinan dan pencurian dengan cara kekerasan. Karena dalam KUHP
jenis kejahatan ini diklasifikasikan sebagai pencurian dengan kekerasan (curas)
dan pencurian dengan pemberatan (curat). Hanya saja, istilah begal yang berasal
dari bahasa daerah tertentu menjadi lebih populer sebagai sebutan bagi perampas
motor. Fenomena pembegalan atau perampasan sebenarnya sudah lama terjadi.
Polisi mengetahui pelaku kejahatan ini berdasarkan daerah asal mereka, yakni
Lampung Timur. Polisi punya bukti, begal yang tertangkap di Jakarta, Tangerang,
Bekasi dan lainnya, rata-rata berasal dari Lampung Timur, meski banyak juga
yang berasal dari daerah lain. Fenomena begal sesungguhnya tidak bisa dipandang
dari sisi keamanan saja. kejahatan lahir dari banyak sebab. Persoalan ekonomi,
sosial, pendidikan, dan gaya hidup kerap bersamaan dengan munculnya
kriminalitas. Bila kita lihat sejumlah tersangka yang ditangkap polisi,
rata-rata berusia muda, bahkan ada yang berstatus pelajar. Artinya, fenomena
kejahatan mulai bergeser, dari semula pelakunya orang dewasa dan penjahat
profesional, kini justru anak-anak muda. Pelaku yang ditangkap mengaku mereka
menjambret atau merampas motor, untuk mencari uang buat mabuk, beli HP model
terbaru serta hura-hura. Hedonisme rupanya telah menjerumuskan mereka ke dunia
kejahatan. Generasi muda tak mampu menahan prilaku hedonisme yang sedang marak.
Pada Januari dan
Februari 2015, terdapat 48 kasus perampasan motor di wilayah Polda Metro Jaya
yang ditangani. Sebanyak 29 orang ditangkap dan tujuh pelaku di antaranya
meninggal. Banyak modus yang para pembegal gunakan untuk melakukan aksi begal
mereka seperti yang terjadi di Cimahi ada seorang pembegal yang tega menusuk
mata korbannya dan menut perutnya juga hingga si korban meninggal dunia. Dalam
kasus seperti ini pemerintah mengupayakan kepada petugas kepolisian untuk
mengadakan patroli jalan secara rutin pada malam hari hingga menjelang pagi,
seperti kota Depok pemerintah daerahnya menugaskan para anggota kepolisian
untuk berpatroli rutin mereka membentuk tim khusus yang dinamakan tim jaguar.
Kesimpulan dari artikel diatas bahwa kejahatan dijalanan
dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Seperti contohnya pembegalan
dijalanan yang dapat dilakukan oleh siapa saja, tidak menutup kemungkinan anak
yang masih dibawah umur pun dapat melakukan kejahatan tersebut seperti yang
marak diberitakan akhir-akhir ini. Hal
yang dapat membuat seorang anak dibawah umur melakukan kejahatan seperti
pembegalan itu karena kurangnya perhatian lebih yang orang tua mereka berikan
kepada anak-anak mereka. Sebaiknya bagi para pengguna sepeda motor yang
melintasi daerah yang rawan begal pada malam hari untuk lebih berhati-hati,
agar tidak terjadi kasus yang sama dan untuk mengurangi jatuhnya korban
pembegalan.
DAFTAR PUSTAKA
KOMPAS,
RABU, 13 JANUARI 2016. HAL - 27
Komentar
Posting Komentar