BAB II.
MANUSIA DAN
KEINDAHAN
Keindahan, sering diutarakan kepada situasi tertentu, arti kata keindahan
yaitu berasal dari kata indah, artinya bagus, permai, cantik, elok, molek dan
sebagainya. Keindahan identik dengan kebenaran. Keindahan identik dengan
kebenaran, sesuatu yang indah itu selalu mengandung kebenaran maka hal itu
selalu mengandung kebenaran. Walaupun kelihatannya indah tapi tidak mengandung
kebenaran maka hal itu pada prinsipnya tidak indah. Benda yang mempunyai sifat
indah ialah segala hal seni, pemandangan alam, manusia, rumah, tatanan, perabot
rumah tangga, suara, warna, dan sebagainya. Keindahan adalah identik dengan
kebenaran. Keindahan kebenaran dan kebenaran adalah keindahan. Keduanya
mempunyai nilai yang sama yaitu abadi, dan mempunyai daya tarik yang selalu
bertambah. Keindahan juga bersifat universal, artinya tidak terikat oleh selera
perseorangan, waktu dan tempat, seleran mode, kedaerahan atau lokal
·
Perbedaan keindahan suatu kualitas
abstrak dan sebuah benda tertentu yang indah
Sebenarnya
sulit bagi kita untuk menyatakan apakah keindahan itu. Keindahan itu suatu
konsep abstrak yang tidak dapat dinikmati karena tidak jelas. Keindahan itu
baru jelas jika telah dihubungkan dengan sesuatu yang berwujud atau suatu
karya. Dengan kata lain keindahan itu baru dapat dinikmati jika dihubungkan
dengan suatu bentuk. Dengan bentuk itu keindahan berkomunikasi. Menurut
cakupannya orang harus membedakan keindahan sebagai suatu kualitas abstrak dan
sebagai sebuah benda tertentu yang indah. Untuk pembedaan itu dalam bahasa
Inggris sering dipergunakan istilah “beauty” (keindahan) dan “the beautiful”
(benda atau hal indah). Dalam pembatasan filsafat, kedua pengertian ini
kadang-kaang dicampuradukkan saja.
·
Keindahan nilai ekstrinsik
Nilai ekstrinsik adalah sifat baik dari suatu benda sebagai alat atau
sarana hal lainnya (“instrumental! Contributory value“), yakni nilai yang
bersifat sebagai alat atau membantu membantunya contohnya puisi, bentuk puisi
yang terdiri dari bahasa, diksi, baris, sajak, irama, itu disebut nilai
ekstrinsik.
·
Keindahan nilai intrinsik
Niali intrinsik adalah sifat baik dari benda yang bersangkutan, atau
sebagai suatu tujuan atau pun demi kepentingan benda itu sendiri.
·
Pengertian kontemplasi dan ekstansi
Nilai instrinsik adalah nilai
yang terkandung dari benda atau sesuatu itu sendiri, yang bersifat baik dari
benda yang bersangkutan, atau sebagai suatu tujuan, ataupun demi kepentingan
benda itu sendiri. Sedangkan nilai ekstrinsik adalah nilai yang berasal dari
luar benda atau sesuatu itu sendiri yang bersifat baik dari suatu benda sebagai
alat atau sarana untuk sesuatu hal lainnya (Instrumental/ Contributory value),
yakni nilai yang ber sifat sebagai alat atau membantu.
·
Teori-teori dalam renungan
Renungan berasal dari kata renung; artinya diam-diam memikirkan sesuatu,
atau memikirkan sesuatu dengan dalam-dalam. Renungan adalah hasil merenung.
Dalam merenung untuk menciptakan seni ada beberapa teori, sebagai berikut:
o
Teori pengungkapan: dalil dari teori ini ialah
bahwa “Art is an expression of human feeling” (seni adalah suatu pengungkapan
dari perasaan manusia). Teori ini terutama bertalian dengan apa yang dialami
oleh seorang seniman ketika menciptakan suatu karya seni.
o
Teori metafisik: teori yang bercorak metafisis
merupakan salah satu teori yang tertua, yakni berasal dari plato yang
karya-karya tulisannya untuk sebagian membahas estetik filsafat, konsepsi
keindahaan dan teori seni. Mengenai sumber seni plato mengemukakan suatu teori
peniruan (imitation theory).
o
Teori psikologis: teori-teori metafisis dari
para filsuf yang bergerak diatas taraf manusiawi dengan konsep-konsepsi tentang
ide tertinggi atau kehendak semesta umumnya tidak memuaskan, karena terlampau
abstrak dan spekulatif.
·
Teori-teori keserasian
o
Teori objectif berpendapat bahwa keindahan atau
ciri-ciri yang menciptakan nilai estetika adalah sifat (kualitas) yang memang
melekat dalam bentuk indah yang bersangkutan, terlepas dri orang yang
mengamatinya. Pendukung teori objectif adalah plato, Hegel.
o
Teori subjectif menyatakan bahwa ciri-ciri yang
menciptakan keindahan suatu benda itu tidak ada, yang ada hanya perasaan dalam
diri seseorang yang mengamati suatu benda, pendukungnya adalah Henry Home,
Earl0of shaffesburry.

Komentar
Posting Komentar