BAB III.

MANUSIA DAN PENDERITAAN

·        Pengertian penderitaan dan contohnya
Penderitaan adalah bahasa yang sering kita dengar. Penderitaan berasal dari kata derita. Kata derita berasal dari bahasa sanskerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan . penderitaan bisa bersifat lahir dan bersifat batin. Setiap manusia memiliki penderitaan yang berbeda-beda.manusia dikatakan menderita apabila dia memiliki masalah, deprisi karena tekanan hidup, dan lain-lain.
·        Pengertian siksaan dan 3 siksaan yang sifatnya psikis
digunakan untuk merujuk pada penciptaan rasa sakit untuk menghancurkan kekerasan hati korban. Segala tindakan yang menyebabkan penderitaan, baik secara fisik maupun psikologis, yang dengan sengaja dilakukkan terhadap seseorang dengan tujuan intimidasi, balas dendam, hukuman, sadisme, pemaksaan informasi, atau mendapatkan pengakuan palsu untuk propaganda atau tujuan politik dapat disebut sebagai penyiksaan. Siksaan dapat digunakan sebagai suatu cara interogasi untuk mendapatkan pengakuan. Siksaan juga dapat digunakan sebagai metode pemaksaan atau sebagai alat untuk mengendalikan kelompok yang dianggap sebagai ancaman bagi suatu pemerintah. Sepanjang sejarah, siksaan telah juga digunakan sebagai cara untuk memaksakan pindah agama atau cuci otak politik.
Penyiksaan hampir secara universal telah dianggap sebagai pelanggaran berat hak asasi manusia, seperti dinyatakan Deklarasi Hak Asasi Manusia. Para penandatangan Konvensi Jenewa Ketiga dan Konvensi Jenewa Keempat telah menyetujui untuk tidak melakukan penyiksaan terhadap orang yang dilindungi (penduduk sipil musuh atau tawanan perang) dalam suatu konflik bersenjata. Penanda tangan UN Convention Against Torture juga telah menyetujui untuk tidak secara sengaja memberikan rasa sakit atau penderitaan pada siapapun, untuk mendapatkan informasi atau pengakuan, menghukum, atau memaksakan sesuatu dari mereka atau orang ketiga. Walaupun demikian, organisasi-organisasi seperti Amnesty International memperkirakan bahwa dua dari tiga negara tidak konsisten mematuhi perjanjian-perjanjian tersebut.
Siksaan yang bersifat psikis sebagai berikut:
o   Kebimbangan: memiliki arti tidak dapat menentukan pilihan mana yang akan dipilih.
o   Kesepian: merupakan rasa sepi yang dialami pada dirinya sendiri/jiwanya walaupun ia dalam lingkungan orang ramau.
o   Ketakutan: sebuah sesuatu yang tidak diinginkan yang dapat menyebabkan seseorang mengalami siksaan batin. Bila rasa takut itu dibesar-besarkan tidak pada tempatnya, maka disebut sebagai phobia.
·        Penyebab seseorang merasa kekalutan
o   Claustrophobia dan agrophobia adalah rasa takut terhadap ruangan tertutup.
o   Gamang adalah rasa takut akan tempat yang tinggi.
o   Kegelapanadalah rasatakut bila seseorang berada di tempat gelap.
o   Kesakitan merupakan ketakutan yang disebabkan oleh rasa sakit yang dialami.
o   Kegagalan ketakutan dari seseorang disebabkan karena merasa bahwa apa yang akan dijalankan mengalami kegagalan.
·        Pengertian kekalutan mental
kekalutan mental adalah gangguan kejiwaan akibat ketidakmampuan seseorang menghadapi persoalan yang harus diatasi sehingga yang bersangkutan bertingkah laku secara kurang wajar.
·        Gejala-gejala kekalutan mental
o   Nampak pada jasmani yang sering merasakan pusing, sesak napas, demam, nyeri pada lambung.
o   Komunikasi sosial putus dan ada yang disorientasi  social
o   Nampak pada kejiwaannya dengan rasa cemas, ketakutan, patah hati, apatis, cemburu, mudah marah.
o   Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara dirinya dengan lingkungan masyarakat.
·        Tahap-tahap gangguan kejiwaan
o   ganguan kejiwaan nampak pada gejala-gejala kehidupan si penderita bisa jasmani maupun rohani.
o   Usaha mempertahankan diri dengan cara negatif.
o   Lekas memecahkan problemnya.
o   Kekalutan merupakan titik patah (mentral breakdown) dan yang bersangkutan mengalami gangguan.
o   Krisis ekonomi yang berkepanjangan.
o   Dipicu oleh faktor psychoeducational.
·        Penyebab timbulnya ketakutan mental
o   Kepribadian yang lemah akibat kondisi jasmani atau mental yang kurang sempurna.
o   Terjadinya konflik sosial-budaya akibat adanya norma yang berbeda antara yang bersangkutan dan yang ada dalam masyarakat, sehi9ingga ia tidak dapat menyesuaikan diri lagi.
o   Cara pematangan bathin yang salah dengan memberikan reaksi berlebihan terhadap kehidupan sosial; overacting sebagai overkompensasi dan tampak emosional.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

KODE ETIK PROFESI

PENTINGNYA JIWA ENTERPREUNER BAGI MAHASISWA YANG BARU LULUS DAN KISAH PENGUSAHA

PENTINGNYA JIWA ENTERPREUNER BAGI MAHASISWA YANG BARU LULUS DAN KISAH PENGUSAHA